Aliansi D’RAGAM Tuntut DPRD Garut Bentuk PANSUS Hak Angket demi Melengserkan Bupati 'TikTok' Garut

 


Aspirasi jelas dan tegas terhadap pimpinan daerah di Kabupaten Garut - butuh kepastian hkum . (dok.Ist) 

 


Algivon -- Elemen Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Dekrit Rakyat Garut Menggugat (D’RAGAM) yang terdiri dari 28 LSM, Mahasiswa dan Perwakilan Masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati dan Gedung DPRD Kabupaten Garut, Kamis (23/12/2021).

 

Mengusung tema Penggulingan Bupati Garut, ujuk rasa diawali dengan long march dari sekretariat GMBI Distrik Garut hingga ke Gedung DPRD Kabupaten Garut.

 

Hadir pada Kamis itu sekitar 1000-an masa berkumpul di titik simpang lima Kabupten Garut. Usai melakukan orasi di depan Kantor Bupati, massa aksi melanjutkan orasi di depan Gedung DPRD Garut.

 

Berbagai aspirasi, suara, keluhan dan jeritan hati Masyarakat Garut yang sudah pesimis terhadap aneka penyimpangan yang terjadi di lingkup birokrasi Kabupaten Garut disampaikan saat aksi unjuk rasa ini.


Desakan itu

 

Massa aksi menggaungkan desakan kepada H. Rudy Gunawan untuk mundur dari jabatan Bupati Garut.

 

Persoalan yang diangkat di antaranya tentang isu pembiaran kerusakan lingkungan yang sudah dilaporkan ke Kementerian LH dan KPK, ini tampaknya menjadi menarik untuk disimak oleh masyarakat, karena semuanya terjadi  di tengah berlangsungnya bencana banjir bandang yang menimpa warga dan daeah di Kecamatan Sukawening,  serta  Karang tengah, Kabupaten Garut.



Aksi 'Joker' - Tinta Darah demi Kabupaten Garut bebas dari KKN . (dok. Ist)


 

Lainnya, ada pembahasan isu Penunjukan RS Medina sebagai Rujukan Rumah Sakit Covid – 19. Ini diduga sarat dengan kepentingan KKN ( Kolusi Korupsi dan Nepotisme), yang oleh publik Garut mengetahui, bahwa RS Medina tersebut adalah milik Bupati Garut.

 

“Dugaan korupsi dana Covid - 19 itu bermula dari penunjukan RS Medina sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid - 19 dengan MoU-nya sangat jelas ada unsur kolusi serta nepotisme, anak dan bapak menandangani MoU bersama dalam urusan Covid - 19. File-nya ada di kami dan dokumenya sudah kita laporkan ke KPK,” ujar Ganda, Ketua GMBI Distrik Garut sekaligus Koordinator Aksi.

 

Melanggar Etik …

 

Lainnya dalam aksi ini, disinggung juga tentang sosok Bupati Garut, yang dinilai abai terhadap akhlak dan budaya luhur masyarakat, dan adanya pelanggaran kode etik dan sumpah janji.

 

Contohnya Bupati Garut dinilai tidak memiliki rasa empati dan sudah buta mata hatinya terhadap warga korban bencana banjir andang dengan berwisata ke luar daerah dan berjoged TIKTOK disaat warganya sedang dirundung musibah sehingga perbuatannya, sarat dengan tuduhan menyakiti hati masyarakat.

 

Menarik sekaligus tampak ngeri, unjuk rasa ini diwarnai aksi teaterikal berdarah dari Ketua Umum DPP LSM PMPR Indonesia, Rohimat Joker.

 

Lalu Joker menuturkan:“Tinta darah ini merupakan simbol keseriusan dalam mewakili jeritan hati masyarakat Garut,” ujarnya.

 

Menurut Korlap Akisi ini, pengucuran darah demonstran disimbolkan sebagai bentuk protes atas sikap Bupati dan Wakil Bupati Garut yang dianggap gagal dalam memimpin Garut, serta membiarkan kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana.

 

Deadlock, Nyaris …


Akhirnya, aksi yang digaungkan cukup keras ini membuahkan hasil, ditandai diterimanya D’RAGAM dalam Forum Group Discussion (FGD) sesi kedua di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Garut.

 

FGD sesi kedua ini nyaris saja terjadi deadlock ketika anggota DPRD yang hadir hanya Deden Sofyan dari Fraksi Golkar dan Dadang Sudrajat dari Fraksi Demokrat.

 

Namun selang beberapa saat kemudian, Dadan Wandiansyah dari Fraksi PDI Perjuangan akhirnya datang sehingga kemudian FGD untuk mendorong pembentukan pansus hak angket dan interpelasi bisa dilaksanakan hingga menghasilkan berita acara yang disepakati.

 

Pantauan redaksi banyak para peserta aksi ini di akhir sesi,”Pansus hak angket dan interpelasi ini semoga segera terwujud. Kami sudah Lelah dan kesal sekesal-kesalnya atas kepemimpinan Bupati Garut selama ini,” pungkas salah satu peserta aksi yang mengaku bernama Dadang Aja. (HS/JR)

 


Aliansi D’RAGAM Tuntut DPRD Garut Bentuk PANSUS Hak Angket demi Melengserkan Bupati 'TikTok' Garut Aliansi D’RAGAM Tuntut DPRD Garut Bentuk PANSUS Hak Angket demi Melengserkan Bupati 'TikTok' Garut Reviewed by Harri Safiari on 19.39 Rating: 5

Tidak ada komentar