Andri Perkasa K Menyoal Apikasi Si Rekap, Sentil Lontaran Ridwan Kamil Ketua TKD 02 Jabar Terkait Suara Alfiansah Komeng


Andri Perkasa Kantaprawira (paling kiri) selaku juru bicara Forum Komunikasi Calon Anggota DPD RI Jawa Barat bersama rekan-rekannya. (Foto: Ist) 





Algivon.com -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui telah terjadi kekeliruan di aplikasi Si Rekap yang menyebabkan angka penghitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) berbeda dengan yang ada di aplikasi tersebut. Pengakuan KPU, bahwa kekeliruan data tersebut terjadi di 2.325 TPS (0,64 %) merupakan pengakuan yang mengecil-ngecilkan masalah, dari tidak handalnya data center IT Ali Baba ini, ditengah persoalan krusial tentang keabsahan proses dan hasil Pemilu ujar juru bicara Forum Komunikasi Calon Anggota DPD RI Jawa Barat Andri Perkasa Kantaprawira, S,IP, MM. 


Forum Komunikasi Calon Anggota DPD RI Jawa Barat dibangun melalui Whatsapps Group (WAG) sejak sebelum masa kampanye dimulai, dan berhasil menghimpun 31 Calon Anggota DPD bersepakat untuk membangun semacam kaukus antar calon anggota DPD RI berkolaborasi untuk tetap memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat Jawa Barat serta melakukan advokasi terhadap persoalan-persoalan public yang ada. Para calon anggota DPD RI Jawa Barat, menyadari bahwa keberagamanan latar belakang masing-masing calon akan menjadi kekuatan bila mereka berkolaborasi secara intens bukan muncul bila ada hajat politik lima tahunan. Suara rakyat yang diamanatkan kepada kami harus tetap diaktualisasikan dalam kehadiran kami dalam persoalan public, disepakati dalam pertemuan 11 calon anggota DPD RI di Sekretariat Perwakilan DPD RI Provinsi Jawa Barat, Selasa 13 Februari 2024.


Menanggapi soal kerusakan IT KPU Si Rekap yang juga menimpa pada hasil penghitungan DPD RI, Kamis 16 Februari 2024 jam 14.30-17.00 WIB telah berkumpul 6 calon anggota DPD RI Jawa Barat yaitu Dra.Hj. Eni Sumarni, Mkes, Drs. Dede Ammar, MPd, Andri Perkasa Kantaprawira, S.IP, MM, Robby Maulana Dzulkarnaen, Biben Fikriana, S.Kep., Ners., M.kep, Ir. Elan Heryanto dan telah terkomunikasi juga via telepon Aji Saptaji, SH, MH, Dr. Hj. Ifa Faujiah, Drs. Muhammad Yamin, M.H, Deni Rusyniandi, Denda Alamsyah, ST, Dr. Sitti Hikmawati, Budiyono, A Ogi SOS dan Mulyadi Elhan Zakaria untuk menanggapi masalah rusaknya atau tidak berfungsinya Aplikasi Si Rekap sebagai bagian penting dari keterbukaan informasi public yang sangat ditunggu para calon dan masyarakat. 


Bisa Jadi Keliru - 


Dalam pertemuan tersebut atas usulan Ir. Elan Heryanto diputuskan bahwa Forum Komunikasi Calon DPD RI Jawa Barat meminta agar Aplikasi Si Rekap dihentikan sementara untuk public dengan tetap mengotimalkan uploads data-data hasil perolehan suara dari TPS, sebagai hasil asli pilihan rakyat sampai 100 persen. Para calon bersepakat atas usulan tersebut karena informasi Si Rekap telah memberikan informasi yang bisa jadi keliru tentang siapa yang meraih 4 besar calon anggota DPD RI Jawa Barat dan Raihan suara masing-masing calon serta memberikan penggiringan public dan media, sebagaimana telah banyak media menjadikan hasil si Rekap menjadi acuan terhadap pemenang DPD RI termasuk hasil spektakuler comedian Alfiansah Buchori alias Alfiansah Komeng.


Andri Perkasa Kantaprawira, S.IP, MM sebagai juru bicara Forum Komunikasi Calon Anggota DPD RI Jawa Barat menyampaikan hasil rapat yang menyayangkan juga sikap dan reaksi Ketua TKD 02 Provinsi Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil, ST, M.UD yang memberi pernyataan public yang keliru terhadap spektakulernya suara Alfiansah Komeng dalam Pemilu DPD RI kali ini. RK menyatakan di instagramnya bahwa : “untuk pemilihan Senator DPD di Jawa Barat. Mohon disimak untuk jadi referensi di masa depan”.


RK harus mengetahui bahwa untuk sampai pemilihan ini melalui banyak fase diawali fase pencalonan dimana pada fase pencalonan paling awal dan verifikasi Komeng lolos tidak sempurna, artinya dukungan dasar komeng patut diragukan. Kenapa komeng lolos menjadi calon? Itulah dipersilahkan para pemantau Pemilu, media massa untuk memberikan penilain obyektif pada kasus ini, dengan merefresh kembali pada proses-proses awalnya. 


Seorang calon anggota DPD RI menyatakan apa yang dilakukan oleh RK merupakan tindakan tidak elok ibarat “Lauk Mijah Ngilu Buruk”(bereaksi public yang belum tentu membawa kebaikan), bahwa memang benar kemungkinan besar Komeng menang, tapi menang tampa wacana dan tanpa jejak digital komitmennya apa terhadap kepentingan strategis Jawa Barat. 


Pertemuan para calon anggota DPD RI Kamis 16 Februari 2024 ringkasnya meminta agar Aplikasi Si Rekap untuk DPD RI Jawa Barat mohon untuk dihentikan dapat diakses public dan hanya dapat diakses calon,bawaslu, media massa dan pemantau pemilu sampai terjadi perbaikan yang signifikan dari KPU Pusat. Karena bila membaca data 55.665 TPS yang masuk dari 140457 TPS (39,63 persen) yang mana hanya dapat membaca 7.100.880 suara sah, masih diasumsikan sekitar 12.865.000 data yang belum terbaca baik yang karena datanya C1-nya (TPS) nya tidak terbaca maupun datanya belum ter-uploads. 


Asumsi ini bisa memberikan arah fakta bahwa akan lebih banyak suara tidak sah pada Pemilu DPD RI Jawa Barat, melampaui tahun 2019 yang mencapai 2,8 juta suara tidak sah. Siapakah yang salah terhadap fakta yang ada ini. Apakah karena Pemilihan DPD RI terhimpit dinamika Pilpres dan Pemilu DPR/DPRD, atau juga ditambah oleh kurangnya sosialisasi KPU dan Calon dan belum munculnya tokoh karismatik di Tatar Sunda?  


Biarlah sejarah akan menjawab, ujar Andri mengakhiri keterangan persnya mewakili teman-teman Forum Komunikasi Calon Anggota DPD RI Dapil Jawa Barat 2024-2029. Forum juga akan menyurati Ketua DPD RI Ir. Aa LaNyalla Mahmud Matalitti agar bersikap secara institusional terhadap buruknya kinerja Aplikasi Si Rekap ini, dengan mengevaluasi kinerja KPU termasuk yang berkaitan dengan apa, siapa, dan mengapa dengan pengadaan Sistem IT Si Rekap yang seharusnya memberikan fondasi data dan fakta terhadap Pemilu Jujur Adil dari hasil pilihan rakyat.



Tangkapan layar dan kolase dari TV Nasional  (16/2/2024) yang sepanjang hari membahas polemik kinerja Aplikasi Si Rekap yang bermasalah. (Foto: HS).


Pantauan redaksi dua hari setelah pelaksanaan Pemilu 2024 (14/2/2024 -red), polemek tentang Aplikasi Si Rekap masih menuai perbincangan cukup keras dan tajam di berbagai lini masa termasuk di TV nasional. Diperkirakan, bila persoalan ini tidak ditangani secara serius dapat menimbulkan masalah yang berkepanjangan, serta kontra produktif. (HS/Rls).



Andri Perkasa K Menyoal Apikasi Si Rekap, Sentil Lontaran Ridwan Kamil Ketua TKD 02 Jabar Terkait Suara Alfiansah Komeng Andri  Perkasa K Menyoal Apikasi Si Rekap, Sentil Lontaran  Ridwan Kamil Ketua TKD 02 Jabar Terkait  Suara Alfiansah Komeng     Reviewed by Harri Safiari on 19.38 Rating: 5

Tidak ada komentar