Breaking

Selasa, 17 November 2020

Bau Busuk Kambing, Bosque - Wahai Kejagung, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Panggil Segera !

 Ilustrasi - id.wikipedia.org


Algivon – Adalah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga pada tahun 2020 melakukan belanja pengadaan hewan ternak (kambing), diketahui anggaran untuk belanja pengadaan paket hewan ternak ini bersumber dari  anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Selain itu diketahui tanggung jawab pengadaan tersebut dibawah naungan satuan kerja (satker) dinas pertanian.

 

Untuk proyek pengadaan kambing Pemkab Purbalingga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 218.000.000, proyek ini dilaksanakan melalui mekanisme tender sistem gugur dengan mencari harga terendah, dalam praktiknya proses lelang diikuti tujuh belas (17) perusahaan`

 

Dalam proyek pengadaan kambing Pemkab Purbalingga, Lembaga Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik (Kaki Publik) melalui Wahyudin Jali selaku Koordinatornya (17/11/2020) menemukan beberapa kejanggalan:

 

Pertama dalam proses lelang ini ditemukan keanehan. Dari  17 perusahaan peserta lelang, Pemkab Purbalingga memenangkan, CV. Kharisma dengan nilai kontrak yang disepakati sebesar Rp 206.969.004 . Dan Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan tawaran CV. Putra Jabal Rahman dengan nilai Rp 190.400.000.

 

Proses tender proyek kambing Pemkab Purbalingga tidak sesuai dengan mekanisme yang mereka tetapkan sejak awal, yaitu  sistem gugur untuk mencari harga terendah. Kaki Publik meragukan proses lelang proyek kambing Pemkab purbalingga dijalankan sesuai dengan aturan dan berpotensi merugikan keuangan daerah.

 

Berdasarkan temuan diatas Kaki Publik, meminta kepada penegak hukum, seperti Kejagung (kejaksaan agung) untuk melakukan penyidikan proyek pengadaan kambing Pemkab Purbalingga. Panggil dan periksa Pokja ULP serta PPK untuk dimintai keterangan serta tidak ada salahnya Kejagung juga memanggil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, untuk dimintai keterangan sebagai kuasa pengguna anggaran Pemkab Purbalingga.


“Setidaknya bau kambing busuk yang menusuk hidung itu, wahai bosque segeralah sirna…,” tutup Wahyudin Jali (Rls/Harri Safiari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox