Mulyadi Anggota DPR RI Prihatin, Anak Tewas Terlindas Truk Proyek Tol Cisumdawu - Mengerikan, Tak Berikan Uang Belasungkawa?



Berpose bersama di Gerbang Tol Ujung Jaya Cisumdawu (Foto: Ist).





Algivon.com -- Adalah  anggota Komisi V DPR RI, H. Drs. H.Mulyadi, MMA., merasa sangat prihatin atas keterlambatan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Cisumdawu. Terlebih lagi, sempat terjadi insiden ketika seorang anak tewas terlindas truk proyek itu.


"Saya ingatkan, Pak, delaynya proyek ini, luar biasa konsekuensinya. Bukan dalam kontek fungsinya, tapi delay-nya proyek itu akan ada konsekuensi terhadap cost of fund dan segala macam.  Apalagi ada pembengkakan nilai proyek. Ini kan nanti jadi beban negara," tegasnya.


Hal tersebut dikemukakan politisi Gerindra itu, di hadapan para pejabat Kementerian PUPR, Badan Pengatur Jalan Tol dan Badan Usaha Jalan Tol, saat Komisi V berkunjung (9/6/2023) ke lokasi pembangunan di Majalengka. Kunjungan ini, untuk mengetahui mengapa proyek bisa terus-menerus mengalami keterlambatan.


"Saya sampai tahu ada anak kecil terlindas truk. Akhirnya bermasalah terhadap operasional Bapak, suplai material jadi sulit. Padahal ternyata sentuhannya sederhana, saya denger bapak-bapak kontraktor tidak memberikan uang kerohiman, uang belasungkawa. Mengerikan sekali yang triliunan tapi uang belasungkawa tidak diberikan. Gimana moralnya?" tandas Mulyadi dengan nada tinggi.


Mantan Ketua DPD Gerindra Jabar ini meminta Kementerian PUPR dan BPJT tak ragu memberikan sanksi terhadap para kontraktor yang membuat teknis pembangunan jadi terlambat. "Mereka tidak 'ngeh' bahwa ini membebani negara. Alokasi pembayaran bunga (utang) negara ini luar biasa. Bapak-bapak asyik mengerjakan proyek, tidak ada sanksi gara-gara Bapak-bapak delay," ujar anggota DPR dari Dapil Bogor ini. (HS/Rls

Mulyadi Anggota DPR RI Prihatin, Anak Tewas Terlindas Truk Proyek Tol Cisumdawu - Mengerikan, Tak Berikan Uang Belasungkawa? Mulyadi Anggota DPR RI Prihatin, Anak Tewas Terlindas Truk Proyek Tol Cisumdawu - Mengerikan, Tak Berikan Uang Belasungkawa? Reviewed by Harri Safiari on 12.56 Rating: 5

Tidak ada komentar