Yan Sebastian Pemerhati Lingkungan Palabuhanratu, Sukabumi, ke Pihak Terkait: Jangan Tebang Pohon Ketapang!



"Duh, sedih pisan atuh euy itu pohon ketapang di tanah terbengkalai PLPR Palabuhanratu, kalahkah mau ditebang ujug-ujug setelah 5 tahunan saya tanam sekitar 100 pohon. Ini teh mau kumaha, lingkungan hidup kita jadi sareukseuk dan diacak-acak aja. Coba ada orang tolong nih?!" papar Yan Bastian (27/6/2023) menyoal rencana pembabatan puluhan pohon ketapang di Karang Pamulang, Palapuhanratu Kabupaten Sukabumi. (Foto: Ist). 




Algivon.com – Kembali, Proyek Pelabuhan laut Pengumpan Regional  PLPR) yang berada di Karang Pamulang Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang dikenal oleh warga setempat sebagai proyek yang gagal, ini dikarenakan di lokasi yang diduga dipaksakan, alias digarap tanpa studi kelayakan yang benar. Hal ini di antaranya bila merujuk pada pemberitaan tempo.co (11 Januari 2016 - Proyek Drmaga Pelabuhan Ratu Dinilai Serampangan). Warga setempat, kerap menyatakan sepertinya PLPR ini dibiarkan mangkrak selama 8 tahun terakhir – “hingga Juni 2023 tak jelas bagaimana kelanjutannya”, kata Yan Sebastian aktivis lingkungan yang juga pengelola Hotel Bunga Ayu Sea Side Resort.

 

Diketahui, Yan Sebastian telah berinisiatif sendiri menanam pohon ketapang di pesisir pantai Karang Pamulang Palabuhanratu yang kondisinya kini ‘sareukseuk’, itu kata warga setempat kepada dirinya:

 

“Tujuannya mah, supaya menambah asri dan teduh di tempat itu. Karena, kan 10 atau 20 tahun ke depan pohon – pohon itu akan rindang dan menjadi hutan kota. Selain itu, akan menghasilkan oksigen, juga akan menjadi hutan kota yang rimbun. Ini kan kemauan warga setempat, utamanya yang waras terhadap pentingnya, penghijauan,” papar Yan Sebastian.

 

Pohon ketapang atau katapang (Terminalia catappa) adalah sejenis pohon tepi pantaiyang rindang. Ia cepat tumbuh , dan kelak biasanya membentuk tajuk indah yang bertingkat-tingkat. Pohon ketapang ini kerap dijadikan pohon peneduh di taman-taman dan pinggir jalan. Pohon katapang ini, sangat bermanfat dari buah, hingga kulit pohonnya terutama untuk habitat ikan.

 

Kembali ke pemerhati lingkungan Yan Sebastian, ia menyatakan merasa miris melihat lahan terbengkalai seperti itu:

“Karena itu saya menanam 100 pohon ketapang, sambil menunggu realisasi diteruskannya PLPR. Artinya, apabila proyek ini tidak berlanjut lahan tersebut akan menjadi hutan kota atau Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ini bisa dimanfaatkan warga Palabuhanratu sebagai taman kota. Namun, yang terjadi, duh saya sedih …sekali ...” lanjutnya dengan menambahkan:

 

“Hari ini tanggal 26 Juni 2023 datang rombongan dan saya tidak tau dari mana, berusaha membabat pohon Ketapang yang saya tanam dan pelihara selama 5 tahun ini. Jujur saya pribadi sangat keberatan dan mencoba diskusi dengan rombongan tersebut supaya tidak membantai pohon –  pohon Ketapang itu. Biarkanlah dia tumbuh jikalau kelak proyek tersebut akan diteruskan baru nanti saya relakan untuk ditebang, karena selama ini proyek tersebut hanya sebatas wacana saja. Saya mohon ke pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dishub atau komunitas masyarakat agar mehon sama – sama kita menjaga kelestarian alam ini ” tutupnya denga nada bergetar. (Harri Safiari)


Yan Sebastian Pemerhati Lingkungan Palabuhanratu, Sukabumi, ke Pihak Terkait: Jangan Tebang Pohon Ketapang! Yan Sebastian Pemerhati Lingkungan Palabuhanratu, Sukabumi, ke Pihak Terkait: Jangan Tebang Pohon Ketapang! Reviewed by Harri Safiari on 05.13 Rating: 5

Tidak ada komentar